Senin, 18 April 2011

MELATIH KETERAMPILAN GERAK ANAK USIA 3-5 TAHUN

Mas ... mas ..., Bro ... bro ... smua ...
Ane ada artikel, lumayan juga buat panduan kita dalam mendidik anak untuk melatih saraf motorik.
Creditz akan saya tuliskan setelah selesai tulisan ini.
Smoga bermanfaat untuk kita dalam mendidik Anak.
=================================================
Bicara tentang aktivitas anak, mau tak mau kita akan mengaitkan dengan ketampilam geraknya. Sebagaimana perkembangan lainnya., perkembagan ketrampilan gerak anak usia balita juga begitu menakjubkan. Semua gerakan yang mampu dilakukan oleh tubuh si kecil, secara perlahan namun pasti, akan berkembang dari segi kematangan dan juga pengendaliannya. Ketampilan gerak ini sesungguhnya merupakan perkembangan yang bermula dari motor kasar ( gross motor ) menuju motor halus ( fine motor ).

Masa lima tahun pertama merupakan masa emas bagi perkembangan ketrampilan gerak anak. Karena pada masa ini tubuh anak masih sangat lentur dan mudah diarahkan. Ditambah dengan semangatnya berekplorasi tanpa mengenal rasa takut, maka segala gerakan yang diajarkan pada anak akan dianggapnya sebagai suatu permainan yang menyenagkan.
Cuma itu ? tentu tidak. Banyak manfaat yang bisa diperolehnya ketika anak semakin terampil menguasai ketampilan geraknya. Selain kondisi tubuh yang kian sehat, karena banyak begerakan ia juga menjadi lebih mandiri dan percaya diri. Ia semakin yakin dalam mengerjakan segala sesuatu, karena sadar akan kemampuan fisiknya. Disamping itu, anak-anak yang bagus perkembangan ketrampilan geraknya, biasanya juga mempunyai ketrampilan sosial yang kebih baik. Mereka senang bermain bersama teman-temannya, karena dapat mengimbangi gerak teman sebayanya itu. Misalnya saja, berlompat-lompat dan berkejar-kejaran.

Saatnya motor halus berkembang pesat !
Sebenarnya, ketrampilan gerak sikecil dibedakan menjadi motor kasar dan motor halus. Motor kasar melibatkan otot-otot yang besar, sehingga untuk melakukan berbagai gerakan, seperti berjalan berdiri, melompat dan sebagainya: biasanya diperlukan tenaga. Sementara motor halus mengandalakan otot-otot yang kecil, yakni pergelangan tangan dan jemari-jemarinya, sehingga untuk melakukan beberapa gerakan, seperti meronce manik-manik menggambar, mengikat tali sepatu dan lain-lain ; bukan tenaga yang besar atau kekuatan yang dibutuhkan, melainkan kootdinasi yang cermat.
Dalam perkembangannya, motor kasar memang berkembang lebih dahulu ketimbang motor halus. Hal ini dapat anda buktikan sendiri dengan kenyataan, bahwa sikecil akan menggunakan otot-otot kakinya untuk berjalan jaun sebelum ia mampu mengontrol otot-otot pergelangan tangan dan jari- jemarimya untuk menggambar, misalnya. Sekalipun demikian, penguasaan ketrampilan motor kasar. Karena kedua ketrampilan ini dibutuhkannya dalam kehidupannya kelak.
Sesuai dengan tahap perkembangannya, anak dibawah uaia 3 tahun memang cenderung belajar menguasai berbagai kertampilan motor kasar. Penguasaan ketampilan motor halusnya juga sudah mulai tampak, meski baru pasa taraf sederhana, seperti memegang san meraba. Memasuki usia 3 tahun, sesuai dengan tahap perkembangannya, biasanya anak sudah menguasai sebagian besar ketrampilan motor kasarnya. Namun demikian, ia juga sudah mulai mempertontokan kepiawaiannya dalam ketrampilan motor halusnya. Kemahirannya ini akan terus berkembang sejalan dengan pertanbahan usianya.
Mengingat proses tumbuh kembang fisik anak usia 3-5 tahun berlangsung sangat pesat, inilak masa emas bagi fungsi-fungsi geraknya untuk menuju ketingkat kesempurnaan. Itulah sebabnya, orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam membantu mengoptimalkan kerampilan gerak anak.

Tiga tahap perkembangan gerak
Perkembangan gerak anak usia 3-5 tahun memang sangat pesat dan mengagumkan. Bukan hanya itu. Ia juga sangat enerjik dan bersemangat dalam mengeksplorasi kemampuan fisiknya. Dalam bukunya “ Motor Control and Learning; A Behavioral Emphasis’ ( 1982 ), R. Schmidt, mengemukakan 3 tahap perkembangan gerak anak, yakni fase kognitif, fase asosiatif dan fase otonomi.
Pada fase kognitif, anak berusaha memahami ketrampilan gerak dan apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan suatu gerakan tertentu. Kesadaran mental anak berusaha mengembangkan strategi tertentu untuk menginggat gerakan serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
Sementara pada fase asosiatif, anak banyak belajar secara trial and error (coba-salah). Ia mulai tahu apa penyebab kegagalan dalam melakukan suatu gerakan tertentu dan akan dikoreksinya agar tidak melakukan kesalakan yang serupa di masa mendatang. Fase ini merupakan perubahan strategi dari fase sebelumnya, yakni dari ‘ apa yang harus dilakukan “ ke ‘ bagaimana melakukan’.
Bagaimana dengan fase otonomi? Pada fase ini, anak sudah bisa melakukan beberapa ketrampilan gerak dengan sedilit kesalahan. Juga, beberapa gerakan akan dilakukannya secara otomatis.
Ketiga fase tersebut sesungguhnya menunjukkan pola penguasaan ketrampilan gerak yang berlangsung secara bertahap. Oleh karena itu, anda tidak perlu tergesa-gesa mengaharapkan anak untuk segera bisa menguasai ketrampilan gerak tertentu. Namun, bila sikecil agak termasuk ketinggalan dibandingkan perkembangan gerak anak-anak pada umumnya, anda perlu waspada. Jika sudah terlatih secara teratur sampai 3 bulan, ia belum juga menguasai beberapa ketampilan gerak, maka anda dapat menanyakannya pada dokternya, atau bisa juga kedokter spesialis saraf anak.
Nah, agar siap dalam menghadapi tahap perkembangan gerak berikutnya, anak perlu melatih diri. Latihan apa saja yang penting bagi si 3-5 tahun?

Usia 3-4 tahun
Umumnya, di usia 3-4 tahun, anak sudah makin terampil dengan motor kasarnya, seperti melompat, melempar, dan menangkap sesuatu dengan baik. Ia juga sudah menguasai keseimbangan tubuhnya, sehingga dapat berlari atau berjalan maju dan mumdur. Berjalan kesamping bisa dilakukannya dengan berbagai variasi kecepatan. Kepiawaiannya dalam menjaga keseimbangan tubuhnya membuat anak dapat berjalan membawa sesuatu di atas baki, tanpa menjatuhkannya. Ketika berlari ia dapat memulainya dan berhenti secara terkendali.
Si 3-4 tahun juga berada pada fase dimana ia mulai mencari kesenangan melalui berbagai gerak yang dikuasainya. Ia bisa merasa bergembira karena berkejar-kejaran atau balap sepeda dengan teman-temannya. Saar si kecil memang sudah bisa mengendarai sepeda roda tiga dengan baik.
Pada usia ini, ketampilan motor halus anak juga mulai berkembang pesat. Meski pada awalnya gerakan tangannya masih tampak kaku, sikecil sudah dapat membuat coretan dengan pensil, membuka kancing bajunya meski masih dengan bantuan orang lain, menuang air, serta ketrampilan lainnya. Ia sangat menyukai segala macam permainnan. Ia juga merasa sangat puas bila berhasil melakukan sesuatu yang sangat diinginkannya. Itulah sebabnya, anak perlu selalu diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.
Dalam melatih ketrampilan motor halusnya, anak memerlukan dukungan ketampilam fisik lain dan kematangan mental. Selain ketampilan pergelangan tangan dan jati-jarinya, juga diperlukan kemampuan kognitif yang memungkinkan terbrntuknya sebuah gambar. Misalnya saja, untuk menggambar lingkaran, ia perlu memahani kinsep lingkaran terlebih dahulu sebelum menterjemahkannya dalam bentuk gambar.

Latihan Otot Besar
a. Koordinasi
• Melompati lingkarang
Menginjak uisa 3 tahun, kebanyakan anak sudah pandai melompat. Untuk meningkatkan kemampuan ini, letakkan satu atau lebih hoop (lingkaran terbuat dari bambu) di atas lantai, atau bisa juga Anda gambar beberapa lingkarang besar di atas semen dengan kapur tulis. Minta anak untuk melompat ke dalam lingkaran, lalu melompat keluar lagi. Ulangi gerakan hingga beberapa kali. Lama-kelamaan, ia dapat melompat ke dalam dan keluar sekeliling lingkaran tersebut. Begitu ia menguasai ketermapilan ini, Anda bisa memintanya untuk melompat dari satu lingkaran ke lingkaran lainnya, atau melompat dari sesuatu yang tidak terlalu tinggi, seperti anak tangga paling bawah, ke dalam lingkaran. Latihan ini akan meningkatkan koordinasi, di samping kekuatan dan kelincahannya.
• Menginjak batu-batu
Latihan yang melatih koordinasi mata-kaki ini menggunakan karpet yang keempat sisinya sama panjang dan berukuran minimal 30 cm. atau, bisa juga digunakan keset (alas membersihkan kaki di lantai). Letakkan karpet-karpet di atas permukaan lantai yang tidak licin, serta beri jarak antara satu karpet dengan karpet yang lainnya sekitar 30-60 cm atau sesuai dengan jarak langkah atau lompatan yang dapat dilakukan oleh si kecil. Lalu, ajak ia membayangkan, bahwa karpet-karpet tersebut merupakan batu-batu yang terdapat di air sungi.
Penempatan karpet tersebut tidak harus dalam satu garis lurus, namun bisa juga akan berliku-liku. Kalau ia sudah sangat terampil dengan gerak ini, berikan bola untuk dipegangnya ketika ia melangkah atau melompat dari satu batu ke batu lainnya.
• Melempari ‘badut’
Koordinasi mata-tangan si kecil dilatih bersamaan dengan meningkatnya keterampilan melempar. Caranya, gambar muka badut pada karus yang besar, lalu sandarkan kardus tadi pada dinding. Lalu, berikan si kecil satu atau lebih bola, serta minta ia untuk melempar bola itu pada bagian manapun dari muka badut. Lama-kelamaan, minta ia untuk melempar bolanya pada bagian tertentu saja, seperti hidung, mulut, topi atau dagu si badut. Minta sikecil untuk berkonsentrasi apda bagian yang menjadi sasaran lemparan bolanya dan bukan pada tangannya yang sedang memegang bola.

b. Memperkuat otot-otot
• Berguling ala batang pohon dan telur
Untuk memperkuat otot-otot tubuhnya, minta anak untuk melakukan log roll (berguling ala batang pohon). Caranya, anak berbaring telentang di atas karpet atau rumput. Kedua tangan lurus di atas kepalanya dan kedua telapak tangannya bertangkup. Lalu, minta ia berguling ke kanan atau kiri seperti halnya batang pohon. Setelah itu, minta si kecil untuk melakukan gerakan egg rool (berguling ala telur). Untuk itu, ia harus berbaring telentang, kedua lututnya menekuk dan di dekatkan pada dadanya dengan bantuan kedua tangannya. Lalu, biarkan ia berguling seperti telur ke berbagai arah.
• Mengoper bola
Aktivitas ini bisa melatih otot-toto tangan dan tubuh si kecil. Untuk itu, dibutuhkan beberapa orang anak. Pada awalnya, mereka saling mengoper bola dari satu teman ke teman lainnya dalam posisi duduk melingkar. Berikan bola pada satu anak dan minta ia untuk menggulirkan atau mendorong bola tersebut pada teman di sebelahnya. Lalu, minta si teman anak tadi untuk melakukan hal yang sama pada teman di sebelahnya lagi. Begitu seterusnya. Setelah beberapa waktu, Anda bisa memberikan bola kedua untuk digulirkan kelompok tadi. Atau, bisa juga Anda minta anak-anak tadi untuk berdiri melingkar dan mengoper bola tersebut pada teman disebelahnya. Lalu, sekali lagi, berikan bola kedua untuk dioperkan begitu anak-anak tadi makin mahir melempar dan menangkap bola.
• Menyeberang kamar
Latihan ini juga dapat melatih seluruh otot tubuh si kecil, disamping memberikan hasil yang optimal begitu anak mempelajari berbagai daya gerak (locomotion). Sebelumnya, singkirkan semua perabot di kamar, sehingga ia bisa leluasa bermain. Minta si kecil untuk duduk pada salah satu sudut kamar. Lalu, beri tanda kapan ia boleh menyeberang kamarnya. Cara meneyeberang kamarnya pun ada “aturan mainnya”. Misalnya saja, melompat dengan kedua kakinya, merayap seperti ular, berguling-guling, berjalan sambil berlutut, berjalan dengan langkah-langkah yang besar, berjinjit, dan sebagainya. Untuk meningkatkan daya imajinasinya, ia dapat melakukan aktivitas ini dengan berpura-pura bergerak seperti robot, monster atau orang liliput (kecil)

Latihan Otot Kecil
a. Koordinasi
• Meronce
Konsentrasi sangat dibutuhkan si kecil ketika meronce sesuatu benda dengan tali sepatunya. Agar jari-jari mungilnya lebih mudah melakukannya, gunakan manik-manik yang besar dan terbuat dari kayu, makaroni kering, atau penjepit kertas (clips) yang besar. Latihan ini akan meningkatkan keterampilan otot-otot kecilnya dan koordinasi mata-tangannya, disamping mengasah kemampuannya untuk menyusun manik-manik tersebut secara dekoratif.
• Mencari pasangan biskuit
Latihan ini akan mengasah koordinasi mata-tangannya. Untuk itu, siapkan 2-3 buah biskuit, lalu potong masing-masing biskuit menjadi beberapa bagian yang besar. Acak potongan-potongan biskuit tadi dan minta si kecil untuk mencari pasangan masing-masing. Pada awalnya, bantu anak untuk melakukannya. Setelah ia makin mahir, beri biskuit yang lebih banyak lagi. Kalau ia berhasil menemukan pasangan biskuit-biskuit tadi, ia boleh mengunyahnya. Ini merupakan hadiah atas keberhasilannya.
• Menyendok biji-bijian
Biasanya, si 3 tahun sudah pandai menggunakan sendok. Latihan ini dapat meningkatkan koordinasi mata-tangannya. Sebelumnya, tempatkan aneka biji-bijian kering yang tersedia di pasaran, seperti kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, dan sebagainya, ke dalam wadah plastik. Lalu, minta si kecil untuk menyendok satu sendok penuh kacang hijau dari wadahnya, lalu memasukkannya ke dalam stoples plastik kosong. Dorong si kecil untuk menambah isi stoples dengan jenis biji-bijian lainnya hingga penuh. Dampingi si kecil ketika melakukan aktivitas ini, karena mungkin saja biji-bijian itu dimasukkannya ke dalam mulut ataupun lubang hidungnya. Sebagai variasi, si kecil dapat menyendokkan aneka makaroni.

b. Memperkuat otot-otot
• Melambai-lambaikan pita
Ini adalah latihan menyilang garis tengah tubuh si kecil, yakni meraih sesuatu pada sisi kiri tubuh dengan tangannya kananna dan begitu pula sebaliknya. Dengan latihan ini, kemampuan otot-otot kecilnya akan kian terasah. Keterampilan ini sangat penting dikuasai si kecil, karena kemampuan untuk memebaca dan menulis membutuhkan keterampilan serupa. Untuk itu, ikatan sebuah pita yang lebar dan panjangnya sekitar 1-2 meter pada tongkat yang pendek. Lalu, tunjukkan pada si kecil bagaimana cara melambai-lambaikan pita tersebut di kala angin bertiup. Atau, bisa juga Anda ajarkan anak untuk membuat gerakan tertentu di udara, seperti membentuk huruf x, dan sebagainya. Setelah berlatih dengan satu tangan, minta sikecil untuk menggunakan tangan lainnya.
• Menggunting ujung kertas
Sekalipun si 3 tahun umurnya sudah dapat menggunting selembar kertas menjadi 2 bagian, namun masih banyak anak yang perlu di asah otot-otot kecilnya yang diperlukan untuk menggunting. Sebelumnya, berikan ia gunting yang bagian ujungnya tumpul, karena gunting tersebut sebaiknya sesuai dengan tangan si kecil yang biasa digunakannya. Jika ia bertangan kidal, sebaiknya berikan gunting khusus bagi mereka yang bertangan kidal. Pada awalnya, ajarkan si kecil untuk menggunting ujung-ujung kertas. Setelah mampu melakukannya dengan baik, ajarkan ia untuk menggunting suatu garis atau berbagai bentuk-bentuk persegi panjang yang besar.

Usia 4-5 Tahun
Usia 4-5 tahun merupakan tahapan usia yang biasa digolongkan sebagai usia prasekolah. Hampir seluruh kegiatan anak-anak usia ini melibatkan unsur bermain. Melalui kegiatan bermain, mereka mempelajari banyak hal, termasuk meningkatkan keterampilan geraknya.
Secara fisik, anak-anak usia ini makin berkembang. Tentu saja, hal ini sejalan dengan meningkatnya kemampuan fisik mereka. Nah, meningkatnya kemampuan fisik si kecil meningkatkan mobilitasnya, sehingga anak usia ini tampak tak pernah bisa diam. Ia selalu ingin menjelajah lingkungan sekitarnya.
Pada usia 4-5 tahun, anak mulai memiliki koordinasi dan keseimbangan tubuh yang hampir menyerupai orang dewasa. Perkembangan keterampilan motor kasar membuatnya mampu melakukan berbagai hal, seperti memanjat menuruni tangga, dan sebagainya. Keseimbangan tubuhnya juga makin sempurna, sehingga ia dapat membawa gelas berisi air tanpa menumpahkan isinya, menikung pada belokan tajam dengan sepeda roda tiganya, dan sebagainya. Ia bahkan sudah memiliki kekuatan otot untuk melakukan hal-hal yang lebih menantang, seperti jungkir balik, bermain sepatu roda, dan bermain egrang.
Selain perkembangan keterampilan motor kasar yang begitu pesat, perkembangan motor halusnya juga terus meningkat. Pada usia ini, koordinasi mata-tangan anak makin baik. Ia sudah dapat menggunakan kemampuannya itu untuk mengurus diri sendiri, dengan sedikit pengawasan Anda. Ia mulai dapat mengancingkan pakaian, membuka dan menutup rit-sleting, mengenakan sepatu, dan masih banyak lagi.
Kelenturan tangan si kecil usia ini pun makin baik. Ia mulai dapat menggunakan tangannya untuk berkreasi. Misalnya saja, menggunting kertas dengan hasil guntingan yang lurus, menggambar sederhana dan mewarnai, menggunakan penjepit kertas untuk menyatukan 2 lembar kertas, dan sebagainya. Ingat, tidak semua anak memiliki kematangan utnuk menguasai semua ini pada tahap yang sama.
Perkembangan lain yang juga perlu di perhatikan, adalah kemampuan bereaksi yang semakin cepat, koordinasi mata-tangan yang kian baik, serta ketangkasan dan kesadaran terhadap tubuh secara keseluruhan. Itulah sebabnya, ia kana merasa bangga bila berhasil melakukan suatu keterampilan gerak.

Latihan Otot Besar
a. Keseimbangan
• Melalui lengkungan
Latihan ini akan meningkatkan keseimbangan dan juga kelenturan tubuh. Caranya, minta ia untuk membungkuk dan menggenggam jari-jemarinya membentuk suatu lengkungan dengan tangnnnya. Lalu, minta ia melangkah ke depan dengan kaki kanan atau kaki kirinya melalui lengkungan tangan tadi. Jika ia berhasil melakukannya, minta si kecil untuk melakukan gerakan sebaliknya, yakni melangkah mundur melalui lengkungan tangan.
• Diam mematung
Permainan ini bisa dilakukan oleh satu anak atau lebih. Katakan pada anak-anak untuk bergerak sesuai keinginan Anda, hitung hingga hitungan ke-10, lalu berteriaklah, “Jangan bergerak!” Pada saat ini, anak harus berhenti bergerak dan tetap diam mematung hingga Anda memintanya untuk bergerak lagi. Begitu makin terampil, minta anak untuk bergerak sesuai keinginan Anda, seperti berlari, melompat, merundukkan badan, meloncat, dan lain-lain. Setelah itu, tentukan apakah gerakan tersebut dilakukan dengan cepat atau lambat, ke arah mana saja ia harus bergerak, serta anak harus bergerak secara berpasangan atau bergerombol. Melalui permainan ini, anak belajar berbagai jenis gerak, disamping meningkatkan keseimbangannya.
• Melempar kantong
Kantong berisi biji-bijian (bean-bags) merupakan alat permainan yang dapat membantu mengendalikan otot-otot besarnya dan melatih keseimbangan anak. Caranya, minta anak untuk melempar kantong biji-bijian pada anak tangga. Bisa juga Anda tempatkan berbagai benda di atas anak tangga, seperti buah, bola, dan sebagainya, sebagai imbalan atas keberhasilannya.

b. Memperkuat otot-otot
• Melompati rintangan
Latihan ini dapat meningkatkan kemampuan otot-ototnya untuk melompat. Untuk itu, siapkan setumpukan buku setinggi 30 cm atau sebuh kardus kecil. Atur jaraknya hingga ujung sapu atau tongkat yang satu berada di atas tumpukan buku atau kardus tersebut, sementara ujung sapu dan tongkat lainnya terletak di atas lantai. Seiring dengan meningkatnya keterampilan gerak anak, letakkan tumpukan buku atau kardus pada kedua ujung sapu atau tongkat tersebut pada buku atau kardus dengan perekat, melainkan diletakkan saja di atasnya. Sehingga, begitu si kecil gagal melampaui rintangan tersebut, sapu atau tongkat akan jatuh.

c. Koordinasi
• Bermain Bowling
Dalam aktivitas ini, diperlukan beberpa botol plastik kosong dan bola plastik atau bola karet yang besar. Permainan ini dapat meningkatkan kemampuan koordinasi mata-tangan si kecil. Caranya, buat jalur bowling dengan menggunakan selotip telbah di atas lantai yang tidak beralaskan karpet. Lalu, atur sekitar 6-100 botol plastik kosong lengkap dengan tutupnya di salah satu ujung jalur bowling, sehingga mirip barisan bowling pins. Minta si kecil untuk berdiri 1,8-2,1 meter dari botol-botol tersebut, lalu tunjukkan bagaimana cara menggulirkan bolanya sehingga botol-botolnya pun berjatuhan. Setelah makin mahir, minta anak untuk berdiri agak jauhd ari botol-botol itu.
• Memukul bola
Banyak anak prasekolah yang kurang sempurna koordinasi mata-tangannya, sehingga perlu belajar memukul bola dengan tongkat pemukul. Bola plastik merupakan pilihan terbaik untuk digunakan pada aktivitas ini, namun Anda bisa juga menggunakan kaus kaki tua yang digulung hingga berbentuk bola. Gantung bola tersebut pada dahan pohon misalnya. Berikan ia tongkat pemukul yang terbuat dari plastik atau gulungan kardus yang berasal dari kertas pembungkus makanan, lalu minta anak untuk memukul boal tersebut.

Latihan Otot Kecil
a. Koordinasi
• Menggelindingkan kelereng
Latihan ini baik untuk melatih koordinasi mata-tangannya. Sebelumnya, buat beberapa lubang pada salah satu sisi kotak sepatu. Ukuran dan bentuk lubangnya boleh berbeda-beda. Balikkan kotak sepatu tadi di atas lantai, lalu minta si kecil untuk menggelindingkan kelereng ke arah lubang-lubang tersebut.

b. Memperkuat otot-otot
• Mengepang pita
Kegiatan ini merupakan latihan yang baik untuk memperkuat otot-otot jari-jemari si kecil. Pada awalnya, ikatkan 2 buah pita pada gagang pintu, lalu biarkan si kecil memutar-mutar pita tersebut sesuai keinginannya. Setelah itu, ajarkan anak untuk menjalin pita.
• Mencetak gambar
Mencetak gambar (printing) dapat memperkuat otot-otot kecil anak. Sebelumnya, potong kentang menjadi 2 dan ukir sebuah desain yang sederhana, seperti segitiga atau persegi panjang, pada salah satu permukaannya. Lalu, siapkan bantalan cap atau cat yang aman (nontoksik). Setelah kentang diberi tinta atau cat, si kecil harus menekan kentang di atas kertas putih sehingga akan tercetak sebuah gambar. Setelah keterampilannya bertambah, si kecil bisa mencetak gambar dengan apel, spons, daun, dan sebagainya.
• Mozaik kertas
Ini latihan yang baik untuk otot-otot kecilnya. Untuk aktivitas ini, diperlukan lem kertas, beberapa kertas berwarna dan kertas putih. Biarkan si kecil merobek-robek kertas berwarnya, sementara Anda menggambar 1 atau 2 bentuk yang sederhana dia tas kertas putih. Setelah itu, minta anak untuk memberikan lem di dalam gambar tadi, lalu menutupi bagian yang lengket tersebut dengan sobekan kertas berwarna.

Creditz : Majalah Ayah Bunda No. 08/20 April – 3 Mei 2002

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Quinsha © 2011 Templates | Zero_00